PADA AWALNYA: CHAT SESSION WITH VOX



Interview dengan Joseph dan Vega ini dulu sudah pernah dimuat dalam Elz edisi cetak pertama.
Kira-kira setahun yg lalu..


Waktu itu mereka baru aja memenangkan festival LA Lights Indiefest..
Waktu itu mereka belum jadi cover di sebuah majalah nasional..
Waktu itu mereka masih belum menyelesaikan debut album mereka..
Waktu itu mereka belum pernah nge-gigz di Singapura..
Dan waktu itu Joseph belum tampan seperti sekarang ini...

(..Ok, Ladies, just kidding.. Kami tau Joseph udah tampan dari lair! ;P).

Anyway.. Vox adalah contoh band yang progress-nya cepat dan mungkin bisa jadi inspirasi bagi band-band lokal lainnya yg sekarang ini masih berjuang.
Inilah Vox pada awalnya.. Semoga interview berikut bermanfaat..


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

interviewed by Pindhanx
20/04/2007

Viva ‘la Vox! Mereka telah menandatangani kontrak dengan Aksara Record. Sebentar lagi album band folk-retro ini akan beredar secara nasional. Sejak awal Juni kemarin single mereka sudah diputar program radio-radio. Well,, Surabaya berharap, semoga band ini bisa memperjuangkan reputasi Surabaya di musik nasional.
Chat berikut berlangsung di taman SMAN kompleks Surabaya, saat Joseph (J) dan Vega (V) Vox sedang mengikuti technical-meeting persiapan acara Closing Olympuss SMASA Cup 2K7. Waktu itu, Joseph baru kembali dari Jakarta menunggu proses mastering album mereka.

Sejarah singkat terbentuknya Vox?
V: Terbentuknya Januari ‘06. Awalnya, Joseph setelah ‘vacuum’ dari Jelly berpikiran iseng bikin solo.. Trus, dia ketemu aku..
J: Aku ngajak Vega karena dia terkenal jago mainin The Beatles. Kita mulai ngegarap lagu berdua, kemudian pas akan perform kita bingung player.. Vega ngajak temennya, Donnie (keyboard, vokal), dan Mayo (drum, vokal). Donnie itu guru paduan suara. Oya, dulu kita ada vokalis bernama I’is tapi dia berhalangan pas pertama kali show kita. Akhirnya terpaksa, kita berempat nyanyi bareng.

Ceritain soal album kalian?
J: Judulnya ‘Pada Awalnya’. Konsep albumnya adalah tanpa jeda antar lagu. Single pertama juga kayaknya lagu ‘Pada Awalnya’.. hal ini berdasarkan hearing yang dilakuin di Jakarta.
V: Rencananya akan dirilis Mei atau Juni.. masih nunggu antrian di label. Nanti launching albumnya 2 kali.. di Jakarta dan Surabaya.

Soal penggarapan album di Jakarta?
V: Digarap di Studio Pendulum.. sound engineernya Vanco.
J: Baru aja selesai mastering di Jakarta.. di sana kita ngerasa dibantu banget, mulai dari pinjaman alat dan masukan2. Terus ada additional brass dan cello. Yang main cello Ricky (bassist White Shoes and the Couple Company). Tapi, scoringnya tetap digarap Donnie dgn dibantu Mondo (Sore).
Tapi tetap.. konsep sampai guide lagunya dilakuin di Surabaya.. dan semua penggarapannya kita juga ngajak temen2 dari Surabaya.. mulai dari sound engineer, artwork cover, dan video klip enhancement album.. yg nggarap juga anak Surabaya.

Jadi, lagu ‘Surabaya #1’ nih?
V: Yap.. Pesannya: Kita jangan berlomba-lomba untuk jadi nomor 1 di Surabaya,, tapi mari berlomba menjadikan Surabaya sebagai yg nomor 1.
J: Bukan apa-apa.. sama seperti kota lain.. kota lain juga berhak menjadikan di-rinya yg nomor 1.. Jakarta#1.. Bandung#1.. dan pada akhirnya.. Indonesia #1.

Setelah masuk Aksara, masih ngerasa sebagai band indie gak?
V: Pertanyaannya.. hehee.. (tertawa). Indie atau nggak indie tidak sama dengan bagus atau nggak bagus lo..
J: Menurut kita, ‘indie’ berarti kebebasan berekspresi. So far, kita masih bebas berekspresi. Masalahnya, ‘indie’ itu akhir-akhir ini jadi rancu terminologinya. Kalo beberapa tahun yg lalu media menggunakan istilah ‘underground’. Sekarang ‘indie’-lah yang bisa dijual. Apa-apa jadi indie.. Daripada pusing memikirkan indie nggak indie, mending ngurusin musiknya.

Tips buat mereka yg masih berjuang di scene lokal?
J: Gak ada tips yg saklek / absolut sih..
V: Pelajari Nuendo (program recording-elz)! Hehee.. Maksudku, bikin karya dulu yg bagus.. terus pelajari teknis recording untuk bikin demo.
J: Demo lagu itu penting banget, biar orang lain tahu gimana musik kita. Tapi juga bukan berarti berhenti di musiknya aja.. pikirkan juga bagaimana cara mengemas dan menjualnya.

Fashion?
V: Itu ‘membuntut’.. setelah musiknya jadi..
J: Ada selebrasi musik melalui atribut2 yg sesuai dgn musik yg kita mainkan. Contohnya The Upstair dgn Modern Darlingnya yg suka ngikutin cara berpakaian Jimi Mutazam.

Scene indie Surabaya?
J: Saat ini udah jauh berkembang. Udah semakin bagus.. Yg perlu disempurnain lagi adalah medianya. Harus ada media yg bangga pada Surabaya dan bisa memblow-up scene lokal. Media itu ujung tombaknya.. dia bisa jadi appetizer.. dia bisa bikin band jadi keliatan bagus/ menarik..

Ada nggak venue gigs asyik yg paling merepresentasikan scene Surabaya?
V: So far, Club Tuesday lumayan bagus.
J: Yg penting adalah panitianya.. Kota lain udah bisa profesional.. mulai dari konsep, rundown acara.. perlengkapan.. masalah checksound.

LA Lights Indiefest?
J: Kesempatan itu mahal. Kita cuma memanfaatkan tiap kesempatan aja. Gak ada salahnya, kan? Kita merasa dibantu & didukung banget sama penyelenggara Indiefest. Thanks to Djaroem..

Komentar kalian soal pergantian Irma, vokalis band `Lovely Tea`, di LA Lights Indiefest?
V: Waah..(tertawa).. Uhmm.. mungkin (Vega meminta Elz menulis kata ‘mungkin’ dgn huruf bold).. mungkin ada beda visi. Saya ga tau intern band mereka.
J: Yg pasti itu bukan dari pihak penyelenggara Indiefest-nya. Penyelenggaranya gak pernah melarang2.. Mereka membebaskan bandnya dalam
berekspresi koq. Soal pergantian vokalis, kalo aku pribadi menyayangkan.. soalnya Irma bagus banget. Lagian, lebih keren lihat vokalis berjilbab di panggung daripada lihat ceweq electro-modern yg ber-rok mini. Bosen.

Ok.. main issue kita adalah ‘Rock ‘N Roll Star’.
Apa definisi ‘Rock’N Roll’ menurut kalian?
V: Secara musikal, esensi rock’n roll adalah blues yg dimainkan dgn sound yg lebih keras dan akhirnya (pada saat itu) melahirkan aliran baru.
J: Semangat anak muda untuk rebel.. dan ‘berbicara’ mewakili generasi mereka.

Rock’n roll identik dgn sex, drug, and alcohol?
J: Sex, drug, and alcohol adalah hal2 yg diinginkan oleh siapapun.. Masalahnya, rock’n roll star adalah orang yg posisinya istimewa hingga mereka mudah ngedapetin ketiganya. Sex sifatnya pribadi.. gak ada salahnya.. asal dilakuin dgn bertanggung jawab.
V: Hip-hoppers sekarang juga lebih rockstar daripada rock’n roll star.. hehee..
J: Politisi juga lebih nge-sex daripada rock’n roll star!

Las kuisyen.. Rolling Stones atau The Beatles?
J+V: The Beatles!!
J: The Beatles itu kitab atau blueprint musik pop yg bisa diambil oleh segala genre. Seorang Kurt Cobain aja waktu garap ‘Nevermind’ nyanyiin ‘Julia’ (lagu The Beatles) dulu buat ngebangkitin emosinya. The Beatles juga lebih universal.. Kalo jamming dgn orang luar paling aman garap The Beatles. Kalo murni musik rock’n rollnya sih, memang lebih ke Rolling Stones..

Ok, thanks atas waktunya.. Sukses, albumnya..
Good luck, Cowboyzz!!
[pndng]







2 response(s):

Anonimmengatakan...

Haha Beatles paling aman y...

Aq jg heran. susah dgn tenang bilang pngaruh gitaranku adlh Paul Gilbert, gr2 dy sring dblg ovrated, blg tpngaruh Abdee Slank jg msti dikontra dbandingin sm Pay. Tp klo blg The Beatles..g ad yg protes..

rar mengatakan...

Saya pikir tu karena
kelas The Beatles adalah legend,,
Mereka lah yg bikin revolusi dalam musik pop,,
Fenomena dalam industri musik,,

Kalo gak ada mereka, belum tentu wajah musik pop modern seperti yg kita liat sekarang ini,,

Gak heran, banyak banget band di dunia yg men-dewa-kan The Beatles,,

Posting Komentar

share your idea, opinion, or related info with others here:

 
© Copyright Elz.™