SUPER INSURGENT INTERVIEW WITH REKTI THE SIGIT

The S.I.G.I.T. memang ‘stands out’ dbanding band rock lainnya. Band ini bukan band ‘kancut’. Mereka bukan band rock’n roll yg cuman modal fashion dan wild-attitude saja. Songwriting mereka yg kuat adalah perpaduan antara musik yang serius dan lirik yang ‘bertenaga’. Bukan sekedar lirik kosong ‘I love you, Baby’yang ditempel mengisi chord tiga jurus..

Hasil chat dengan Rekti The S.I.G.I.T.ini dulu sudah pernah dimuat di Elz edisi cetak yang pertama. Memang hasilnya belum sempurna. Masih ada beberapa pertanyaan masih ‘mengganjal’ dan mengundang pertanyaan yg lain, tapi saat itu kendalanya adalah waktu dan media yg kita pakai untuk berkomunikasi.

Setidaknya kita tetap bisa memetik banyak poin pelajaran dari obrolan ini..


interviewed by rar

Mei 07


Congratz atas semua yg udah kalian capai.. Bisa tolong ceritain berapa lama kalian bergerilya di scene lokal.. Bagaimana perjalanan The S.I.G.I.T. sampai bisa jadi kayak sekarang?

Terima kasih banyak..

Hmm.. Berapa lama ya? Mungkin berawal sekitar tahun 2002 kali ya? Saya juga nggak ingat persis. Perjalanannya ada tanjakan ada turunan.. ada yg jalannya mulus.. ada yg bolong-bolong.. mungkin seperti yang terjadi juga di semua band pada umumnya.


Ada ‘best moment’ dlm perjalanan itu?

Menurut saya, momen terbaik sampai saat ini mungkin konser tgl 16 Desember 2006 ya.. It's feel like a proper gig. Bukan pensi atau acara kampus-kampus biasanya.


So far.. pelajaran apa yg bisa kalian petik sampai seperti ini? (kami ingin sharing tips buat band-band yg masih berjuang di scene lokal).

Semua yg kami alami sepertinya bisa kami jadikan pelajaran.. Tapi belum tentu semua orang mengalami hal yg kami alami.. jadi jalani saja.

Tips? Aduh.. seolah-olah kami sedang memberi tutorial aja.. Kami nggak ada tips khusus. Semua ini memang lebih ke unsur luck dan kerja keras.


For you, which is more important in a band.. the music itself.. or image and lifestyle?

Absolutely the music. Other things come later..


Just let it flow.. or work-hard? ...

Work hard, and see what's work - what's not.. and work on another things.


Let me guess,, sebelumnya kalian nggak pernah ngirim demo musik kalian ke Major Label?

Nggak pernah sih rasanya..


Hehe.. Pertama dengerin musik kalian, hal yg menarik kami adalah ‘lirik’. Saya ngerasain ironi yg kuat dlm lagu-lagu The S.I.G.I.T..

Uhm,, siapa yg menulis lirik? Secara keseluruhan tema apa yg ingin kalian angkat ? Ada batasan2 khusus nggak? ..

Pertanyaan yg menarik karena sangat jarang ada media yg menanyakan maksud lirik kami.

Uhm.. kebanyakan saya yg buat lirik.. ada juga yg bareng Farri dan Acil yg mengkoreksi dan menambahkan beberapa kata.

Kami memang senang menggunakan ironi.. dlm bentuk sinisme, litotes, ataupun bentuk-bentuk metafor & anekdot. Mungkin karena budaya orang-orang Bandung (Sunda dan Jawa juga) sangat kental dengan metafor dan sinisme.. baik dlm bentuk ejekan maupun candaan. Banyak bahasa slang lokal yg lahir dari sindiran & candaan. Secara tidak langsung, gaya berbahasa seperti itu jadi kebiasaan yg sudah merekat erat pada kami berempat juga. Kami jarang berbicara frontal dan lugas. Lebih sering menyindir.. konotatif & sering kali sektoral band saja. Banyak lirik-lirik yg terilhami oleh dialog antar anggota band..

Misalnya lirik 'Horse' yg berawal dari observasi perilaku tuna susila dan imajinasi kami mengenai latar belakang kehidupannya.. yg berkembang menjadi anekdot. Malahan semakin hari maknanya berkembang sendiri ke arah yg lebih pribadi. Secara kebetulan, kami mempelesetkan kata 'whore' menjadi 'horse'.. dan kata 'horse' bisa mengacu pada kawan kami yg mirip dengan hewan tsb (bahkan menggunakan gambar kuda untuk logo bandnya) yg kami anggap 'running out of course' karena melakukan sesuatu yg menurut kami nggak 'appropriate'. Dlm konteks ini, teman kami tersebut kami anggap: 'musical whore'.

Pada dasarnya, semua lirik bisa bermakna beragam & ambiguistis karena kami selalu menemukan peristiwa baru yg masih berkesinambungan dengan lirik yg telah dibuat.. Dan peristiwa itu lah yg biasanya mengembangkan lirik.

Sepertinya, lirik album Black Amplifier nggak ada yang mengangkat tema yg sifatnya cerah / bright.. Apa itu ada hubungannya dengan kehidupan kalian yang kalian jalani sehari-hari?

Tidak cerah iya.. tapi gelap juga nggak terlalu gelap sih.. Sederhananya, album ini mengandung harapan dan kenyataan.. kenyataan yg nggak begitu memberikan jalan bagi harapan. But we'll still gonna hope on many things anyway, don't we?


‘New Generation’ sepertinya punya pesan khusus? Apa maksudnya Noodle Generation?

Khusus? Bisa dibilang khusus ya sepertinya. Saya pernah baca sekilas buku "Children With Starving Brains: A Medical Treatment Guide for Autism Spectrum Disorder" karangan Jaquelyn McCandless, yg menerangkan bahwa salah satu penyebab anak lahir dlm kondisi cacat adalah apa yg dikonsumsi oleh orang tua semasa mengandung. Kemudian saya baca juga kalau mengkonsumsi MSG dan pengawet secara rutin dapat menurunkan kecerdasan, terutama kecerdasan kandungan bayi. Lalu, saya lihat banyak sekali orang disekitar saya, baik yg mampu maupun yg tidak mampu secara finansial, senang sekali mengkonsumsi mie instan. Hampir setiap hari.. bahkan 3 kali sehari. No wonder their children born with defects. Don't blame birth defect and your offspring's stupidity & poverty to any other than yourself and your stupid habit of consumerism.


Di account myspace The S.I.G.I.T. ditulis: 'Influenced by Fab Four..'

Kalian juga mengidolakan The Beatles?

Klise memang, tapi akui saja.. kami semua tumbuh dan dibesarkan oleh orang tua yg mendengarkan The Beatles. Mungkin awalnya kami nggak begitu peduli & bahkan membencinya, tapi semakin bertambah usia kami semakin menyadari potensi yg dimiliki fab four. Tidak perlu panjang lebar, jutaan orang sudah menyatakan alasan untuk mengagumi mereka.. dan kami setuju.. they're simply innovative an constantly changed along their career. Itu adalah sesuatu yg patut dicontoh (dari segi karyanya ya).


Band rock’n roll internasional modern (pasca tahun 90-an) yg meng-influences The S.I.G.I.T.?

Cukup banyak, tapi saya kurang yakin kegemaran pada band-band tsb bisa dibilang meng-influence. Pastinya kami sering mendengarkan Nirvana, Weezer, Muse, Blur, Suede,The Pixies, Manic Street Preachers, My Bloody Valentine, Jeff Buckley, Stone Roses!! Banyak sekali yg lainnya di masa kecil dan remaja, tapi mungkin yg paling berpengaruh ke cara saya membuat lagu adalah The White Stripes. Setelah mendengarkan mereka, saya mulai menyadari bagaimana cara menerjemahkan isi kepala menjadi nada lewat gitar.


Ok, berhubung main-issue kita kali ini adalah ‘Rock ’N Roll Star’..

tolong deskripsikan Rock’N Roll, menurut The S.I.G.I.T.?..

For us, rock and roll is just simply for the music. Musisi-musisi terdahulu, seperti Chuck Berry, Led Zeppelin, dll, adalah seperti buku referensi di dlm sebuah perpustakaan berukuran hektaran tanah. Tidak terhitung. Tiap hari kami bisa menemukan band lama yg menarik.


Sex? drugs? or alcohol?..

Same old cliche.. Anyone can fuck.. anyone can shot their vein.. anyone can get pissed.. but not that anyone can write a song.. a proper song.

D' know what I mean?


Ok, trus kalo ada band rock'n roll yg bilang, “Kami perlu mabuk dulu sebelum on-stage”, apa komentar kamu?..

Kasihan! Sama halnya seperti bilang, “Kami hanya bisa bersenggama kalau minum viagra”.


Ok..hmm.. berapa kali kalian pernah ngegigs di Surabaya? Bagaimana crowd di Surabaya?

3 kali. Yg pertama sepi.. yg kedua ramai banget.. yg ketiga lumayan rame. Sepertinya kami harus bermain di depan crowd yg tepat. Mungkin crowd di Surabaya juga mirip seperti di Bandung kali ya? Masih terbagi-bagi dan harus diprovokasi..


Dalam waktu dekat ini, ada rencana ke Surabaya lagi?

Sepertinya belum.. Doakan saja..


Band Surabaya yg pernah kamu tahu? Friday? Blingsatan? Vox ? LGCB? NES?

Saya sudah pernah lihat Friday dan Vox manggung. Menurut saya pribadi, mereka bagus. Yang lain saya belum pernah lihat live-nya.. jadi saya belum bisa kasih komentar.


Comment kamu soal scene di Surabaya? ... Atau kritik?

Kritik sih nggak ada kayaknya.. Semoga Surabaya tidak melahirkan band dengan orang seperti Ahmad Dhani lagi. Saya lebih suka kalo band-band seperti Friday-lah yg menonjol dari pada Dewa. Jadi jangan contoh band yg satu itu..


Hehee.. Ok.. Ok.. thanks, Rekti,,

Uhm.. your last words for Surabaya's Insurgent Army, please..

Cheers !!!!


[rar]

5 response(s):

ninil motik mengatakan...

Jawaban bagus dan penuh norma..

"Anyone can fuck.. anyone can shot their vein.. anyone can get pissed.. but not that anyone can write a song.. a proper song."

See,

Untuk membuat sebuah karya bagus gak harus lewat drugs, alcohol, sex..

Satu lagi...
Saya juga benci Ahmad Dhani..
Gimana kalo kita bikin "Pembenci Ahmad Dhani Club"?

Nanti saya jadi sie Dokmentasinya deh..

:D

anggient mengatakan...

gau pengen bnget jadi kayak the sigit.,

tpi di kota gua ni.,masih aja band rock dipandang sebelah mata.,masih kalah ma band pop,.senafas ma ungu samson seventeen.,,

gimana nie cara memprovokasi yang baek!!!

ncuzzmengatakan...

THE S.I.G.I.T

KERRREN dah pokokna!!!

Anonimmengatakan...

Sigit, u guys fucking rock!!!!!like ur music, riffs, lyrics....

Anonimmengatakan...

"(Satu lagi...
Saya juga benci Ahmad Dhani..
Gimana kalo kita bikin "Pembenci Ahmad Dhani Club"?)"

Gak ada untungnya membuat klub yg membenci org or organisasi atau apalah....

Peace, Love, and Empathy

Posting Komentar

share your idea, opinion, or related info with others here:

 
© Copyright Elz.™